Bayangin,ada sebuah band yang baru belajar bikin lagu/arnsemen.Mereka semangat banget,ngumpul di studio produksi untuk rekaman. Tapi pas selesai, lagunya terdengar aneh.Kok bisa?
-
Progresi chord-nya aneh, nggak mengalir
Bikin chord asal-asalan,ga paham family chord,misalnya dari C langsung lompat ke F#m tanpa transisi yang halus. Akhirnya lagu kedengarannya “nyangkut” dan pendengar merasa bingung arahnya. -
Melodi vokal tabrakan sama chord
Waktu dia nyanyi, ternyata not yang dipilih sering “nabrak” sama chord dasar. Jadi bukan harmonis, malah fals. -
Terlalu monoton atau terlalu ramai Di satu sisi, ada orang yang bikin lagu dengan 3 chord aja berulang-ulang, tanpa variasi, bikin pendengar cepat bosan. Di sisi lain, ada juga yang kebalikannya: terlalu banyak nada, terlalu banyak modulasi, sampai lagu terdengar berantakan.
-
Ritme dan groove nggak jelas
Musik enak biasanya punya "groove" yang bikin badan ikut goyang. Tapi kalau ritme lagunya nggak konsisten, atau instrumen jalan sendiri-sendiri, lagunya jadi kehilangan arah. -
Kurang rasa/emosi
Walaupun semua chord dan nada benar,tapi kalau nggak ada “rasa” (ekspresi, cerita), lagu jadi datar dan kurang klimaks. -
Mixing/aransemen yang berantakan
Kadang masalah bukan di lagunya, tapi di cara instrumen ditaruh. Misalnya bass terlalu kecil jadi nggak ada tenaga, atau semua instrumen main keras-keras tanpa ruang. Hasilnya pendengar merasa pusing, bukannya terhanyut. Intinya, lagu terdengar nggak enak itu bisa karena faktor harmoni (chord), melodi, ritme, emosi, atau teknis (aransemen & mixing)
Comments
Post a Comment